Selasa, 21 Desember 2010

HARD DISK

MENGATASI TROUBLESHOOTING PADA HARD DISK
  
1.       1. HARD DISK TERFORMAT?
Apabila hal ini ini terjadi maka salah satu caranya adalah scanning dengan software Stellar Phoenix FAT & NTFS.  Selanjutnya, copy hasil scanning. Jika data kamu sangat banyak, aku saranin nyimpennya per 1 GB aja, coz kalo kamu nyimpennya sekaligus, aku khawatir di tengah backup, aplikasi kamu hang.

2.       DATA DI HARD DISK TERKENA VIRUS?
Apabila data di hard disk kamu terkena virus, lalu virus terlanjur menghapus partisi hard disk  maka udah pasti data yang hard disk kamu akan menghilang.
Solusinya  untuk mengembalikan data-data penting tersebut :
·         Sebelumnya kita siapkan dulu beberapa tool, seperti partition magic untuk buat partisi serta utility recovery,aku  ambil contoh Easyrocovery Profesional dari Ontrack atau Phoenix stellar.
·         Pastiin keberadaan harddisk yang hilang partisinya lewat BIOS. Kalo udah kedeteksi, jalanin komputer seperti biasa.
·         Install dulu software partition magic kemudian jalankan. Software ini digunakan untuk membuat partisi baru karena pada dasarnya harddisk yang hilang partisinya akibat virus harus dibuatkan partisi baru agar windows bisa mengenali.
·         Setelah menjalankan partition magic, buat partisi, format harddisk tadi dengan sesuai sistem yang sebelumnya (misal NTFS atau FAT32). Perlu diketahui juga harddisk yang partisinya hilang, maka sistem biasanya mendeteksi harddisk belum terformat, jadi saat kamu membuat satu partisi, secara otomatis hardisk tadi akan terformat juga.
·         Buka explore pastikan keberadaan harddisk atau partisi yang baru tadi. Pasti kosong, hehe namanya juga baru diformat.
·         Selanjutnya instal dan jalankan aplikasi recovery, contoh disini menggunakan easyrecovery pro dari ontrack.
·         Klik data recovery terus pilih format recovery, dan klik harddisk yang baru di format tadi.
·         Sabar menunggu sampai proses selesai, lama atau tidaknya tergantung besar kapasitas harddisk tadi, semakin besar semakin lama.
·         Setelah proses scaning selesai, kamu bisa langsung merecovery semuanya atau memilih beberapa data saja. Kalau ingin merecovery beberapa data saja, pilih data tadi kemudian klik next.
·         Pilih tempat baru untuk meletakkan data tadi dan klik next

3.       PARTISI PADA HARD DISK HILANG ATAU TERHAPUS?
Pada keadaan ini computer masih bisa login ke windows (jika partisi yang hilang bukan partisi dimana MBR berada). Partisi tidak bisa tampil pada windows eksplorer. Coba dicheck dulu dengan cara klik kanan [MyComputer] > [Manage] > pada storage pilih [disk management]. Coba dilihat pada jendela sebelah kanan, terlihat apa tidak partisi yang hilang atau tidak muncul tadi. Setelah itu gunakan software untuk mengembalikan partisi yang hilang atau terhapus. Saya lebih suka menggunakan software Partition Find and Mount Pro untuk mengatasi masalah partisi hilang atau terhapus. Bila sobat membutuhkan, bisa di download di SINI . Menggunakannyapun cukup mudah dan sederhana, yaitu setelah program dibuka pilih harddisk > scan > pilih salah satu dari pilihan yang tersedia > klik [scan]. Jika sudah ketemu partisi yang dicari (partisi yang hilang atau terhapus) klik [Mount As] ikuti perintah selajutnya. Buka kembali windows explorer, semoga partisi yang hilang sudah bertengger atau muncul kembali.

4.       HARD DISK TIDAK TERDETEKSI
Untuk melihat apakah harddisk terdeteksi atau tidak bisa dilakukan dengan cara : pada saat computer booting, masuk ke BIOS dengan menekan tombol delete atau F2 (tergantung merk motherboardnya), kemudian pilih pada standart CMOS setup. Maka akan tampil sejumlah harddisk maupun cdrom yang terpasang.
Harddisk tidak terdeteksi ini bisa disebabkan oleh karena kabel data maupun kabel power tidak tersambung dengan benar pada harddisk. [pasang kabel data IDE / SATA atau kabel power dengan benar pada harddisk]. Atau bisa juga disebabkan oleh pengaturan jumper yang tidak benar [atur kembali pengaturan jumper pada harddisk, tidak boleh sama dengan jumper cdrom atau harddisk yang lain bila terdapat lebih dari 1 harddisk]. Yang lebih parah lagi adalah dikarenakan harddisk memang sudah rusak parah sehingga tidak bisa digunakan lagi.

5.       HARD DISK LAMBAT MENGAKSES FILE ATAU DATA ?
Biasanya disebabkan karena Bad Sector. Bad sector adalah salah satu kerusakan yang sering terjadi. Kondisi kerusakan oleh bad sector dibedakan oleh 3 keadaan.
Ø  Kondisi dimana platter harddisk aus. Pada kondisi ini harddisk memang sudah tidak dapat digunakan. Semakin lama harddisk semakin rusak dan tidak berguna lagi untuk dipakai sebagai media storage.
Ø  Kondisi platter yang aus tetapi belum mencapai kondisi kritis. Kondisi ini dapat dikatakan cukup stabil untuk harddisk. Kemungkinan harddisk masih dapat diperbaiki karena platter masih mungkin dilow level.
Ø  Kondisi platter yang aus, baik kondisi yang parah atau ringan tetapi kerusakan terdapat di cluster 0 (lokasi dimana informasi partisi harddisk disimpan). Kondisi ini tidak memungkinkan harddisk diperbaiki.

6.       HARD DISK BAD SECTOR ?
Jika hardisk sudah terdeteksi terkena bad sector, maka langkah pertama adalah menyelamatkan data-data penting yang ada, baik di simpan di hardisk lain, di copy ke CD atau lainnya. Dan sebelum mengikuti langkah-langkah dibawah pastikan data-data penting sudah di backup.
Langkah Awal : Coba format drive atau hardisk yang terdapat bad sector dengan format biasa, misalnya melalui klik kanan di Windows Explorer dan pilih format. Terkadang hal ini bisa menghilangkan bad sector.
Jika langlah awal tersebut tidak berhasil maka bisa dicoba beberapa cara dengan beberapa software gratis berikut:
a.       Easeus Partition Manager
Software gratis ini selain bermanfaat untuk membuat / mengedit partisi hardisk ( tampilan mirip Partition Magic), juga bisa digunakan untuk menghilangkan bad sector. Langkah-langkahnya sebagai berikut :
Ø  Jalankan Program Easeus partition Manager
Ø  Pilih drive yang kira-kira ada bad sectornya ( untuk memastikan ada bad sectornya bisa juga di scan melalui easeus ini denganklik kanan drive Pilih menu Advanced > Check Partition )
Ø  Klik kanan, dan pilih Delete
Ø  Ketika muncul informasi, maka pilih “Delete Partition and Delete Data”
Ø  Ketika muncul informasi, maka pilih “Delete Partition and Delete Data”
Ø  Tunggu sampai selesai.
b.      HDD Low Level Format Tools
Dengan software ini, maka hardisk bisa di format secara mendalam ( di istilahkan low level format). Perlu diperhatikan bahwa dengan low level format, maka semua data di hardisk akan hilang, dan tidak bisa di kembalikan/di recovery lagi. Tetapi cara ini biasanya akan lebih efektif menghilangkan bad sector.
Karena hardisk akan di format seluruhnya, maka hardisk yang akan di proses harus di format di komputer lain ( di lepas dan dipasang komputer lain). Atau jika ada 2 hardisk di komputer, maka hardisk yang tidak berisi windows bisa di format. Berikut langkahnya :
Ø  Jalankan HDD Low Level Format tools
Ø  Pilih Hardisk yang akan di format. Tentu yang tidak berisi sistem operasi windows. Selanjutnya klik Continue
Ø  Pilih tab “LOW-LEVEL-FORMAT”, dan silahkan dibaca peringatan yang tampil
Ø  Jika sudah yakin, maka klik “FORMAT THIS DEVICE”, dan tunggu sampai proses selesai.
c.        Menggunakan Software bawaan dari vendor hardisk.
Biasanya vendor seperti Seagate dan Western Digital, juga menyediakan software untuk menganalisa atau memperbaiki hardisk. Untuk hardisk seagate, maka bisa download tools seperti Seatools for Windows atau DOS. sedangkan untuk Western Digital bisa download tools “Wertern Digital lifeguard Diagnostics”.
Misalnya untuk Western digital, menyertakan fasilitas “WRITE ZEROS” untuk memperbaiki error seperti bad sector. Untuk Seagate, begitu di install, maka di bagian Help sudah dijelaskan cukup detail tentang manfaat dan penggunaannya.





TEKNOLOGI HARD DISK
1.       FOKUS PENGEMBANGAN
Kecepatan Akses :
Kapasitas             : Kapasitas penyimpanan hard disk sekarang rata-rata 40-120 Gbyte.

Nama
Kapasitas
Byte
1
Kilobyte
1,024 Byte
Megabyte
1,024 Kilobyte
Gigabyte
1,024 Megabyte
Terabyte
1,024 Gigabyte
Petabyte
1,024 Terabyte
Exabyte
1,024 Petabyte
Zetabyte
1,024 Exabyte
Yottabyte
1,024 Zetabyte

2.       BAHAN PEMBUAT HARD DISK
Sesuai namanya (hard yang berarti keras, media penyimpanan data dalam hard disk menggunakan media logam dan dapat terdiri dari beberapa plat sehingga mampu menyimpan data yang lebih banyak.
                //Komponen Hard disk
a.       Piringan logam hitam (platter) yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan data. Jumlah piringan ini beragam, mulai 1,2,3 atau lebih. Piringan ini diberi lapisan bahan magnetis yang sangat tipis (ketebalan dalam orde per sejuta inci). Pada saat ini digunakan teknologi thin film (seperti pada prosesor) untuk membuat lapisan tersebut.
b.      Head berupa kumparan. Head pada hard disk berbeda dengan hard disk pada tape. Kalo pada tape baca tulis menggunakan dua head yang berbeda, sedangkan pada hard disk menggunakan head yang sama. Hard disk mempunyai head untuk sestiap sisi-sisi platter, untuk hard disk dengan dua platter memiliki empat head. Kalo hard disk dengan tiga platter bisa memiliki sampai enam platter. Tidak berari hard disk dengan 16 head harus memiliki delapan platter. Hal ini dikenal dengan istilah translasi.

3.       TEKNOLOGI RAID
Untuk mendukung kapasitas penyimpanan data yang sangat besar, yang belum bisa di dukung oleh sebuah hard disk terdapat teknologi yang disebut RAID. Dengan menggunakan teknologi RAID sejumlah hard disk berukuran kecil dapat di gabungkan menjadi sebuah unit. Peranti RAID yang dilengkapi dengan chip pengendali dan perangkat lunak yang khusus, memungkinkan pengiriman date melalui sejumlah lintasan secara serentak dampaknya, waktu akses piringan menjadi lebih cepat selain itu RAID menawarkan beberapa kehandalan. Ketika sebuah disk drive rusak, drive yang akan mengambil alih peran drive yang rusak. Dalam hal biaya, harga peranti RAID lebih murah daripada biaya untuk membeli disk drive berukuran besar yang kapasitasnya sama dengan gabungan dari sejumlah disk drive. Teknologi ini mendukung penyimpan dengan kapasitas ratusan megabyte.

RAID
l  Redundant Array of Independent Disks
l  Redundant Array of Inexpensive Disks
l  6 tingkat
l  Himpunan disk yang tampak sebagai sebuah logical drive oleh Sistem Operasi
l  Data tersebar ke seluruh drive
l  Dapat menggunakan kapasitas redundant untuk menyimpan parity

RAID 0
l  Tidak redundan
l  Data tersebar ke seluruh disk
l  Round Robin striping
l  Meningkatkan kecepatan
l  Permintaan data mungkin tidak pada disk yang sama
l  Disks diakses secara parallel
l  Data yang diminta mungkin tersebar ke seluruh disk
Pemetaan Data RAID 0
RAID 1
l  Mirrored Disks
l  Data tersebar ke seluruh disk
l  Setiap data disalin ke 2 buah disk
l  Dibaca dari salah satu
l  Ditulis ke dua duanya
l  Pemulihan sederhana
l  Tukar disk yang rusak & re-mirror
l  Sistem tidak perlu down
l  Mahal

RAID 2
l  Disks disinkronisasi
l  Strip sangat kecil
l  Biasanya satu byte/word
l  Koreksi kesalahan dihitung berdasarkan bit yang bersangkutan
l  Beberapa disk parity mengunakan Hamming code
l  Boros
l  Mahal
l  Tidak digunakan (hanya teoritis)




RAID 3
l  Mirip RAID 2
l  Hanya sebuah redundant disk, tidak peduli berapa besar lariknya
l  Bit parity sederhana untuk setiap byte
l  Data pada drive yang rusak dapat di rekonstruksi dari data tersisa dan parity
l  Transfer rate sangat tinggi

RAID 4
l  Setiapdisk beroperasi independen
l  Bagus untuk permintaan I/O tinggi
l  Strip besar
l  Bit parity dihitung berdasarkan strip pada tiap disk





RAID 5
l  Seperti RAID 4
l  Parity tersebar ke seluruh disk
l  Lokasi strip parity berurutan
l  Mencegah bottleneck RAID 4 pada disk parity
l  Biasa dipakai pada  server jaringan
l  N.B. TIDAK BERARTI 5 DISKS!!!!!
RAID 6
l  Dua buah kalkulasi parity
l  Disimpan pada disk yang berbeda
l  Membutuhkan N+2 disk
l  Kehandalan data tinggi
l  Data hanya hilang jika tiga buah disk atau lebih gagal
l  Parity tersimpan pada parity disk (beban lebih berat dari disk yang lain)






4.       NAS (Network Attached Storage)
adalah sebuah server dengan sistem operasi yang dikhususkan untuk melayani kebutuhan berkas data. NAS dapat di akses langsung melalui jaringan area lokal dengan protokol seperti TCP/IP.
5.       HAS (Host Attached Storage)
Host-Attached Storage (HAS) adalah pengaksesan storage melalui port M/K lokal. Port-port ini menggunakan beberapa teknologi. PC biasanya menggunakan sebuah arsitektur bus M/K yang bernama IDE atau ATA. Arsitektur ini mendukung maksimal 2 drive per M/K bus. Arsitektur yang lebih baru yang menggunakan simplified cabling adalah SATA. High-end workstation dan server biasanya menggunakan arsitektur M/K yang lebih rumit, seperti SCSI atau fiber channel (FC).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar